Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Agustus 2010

Download Jadwal Imsyakiyah Puasa 1431 H / 2010

Tanpa terasa, sepertinya baru kemarin saja kita melaksanakan puasa ramadhan. Tapi sebentar lagi kurang 2 minggu lagi, kita akan melaksanakan kewajiban ke empat dalam rukun islam. Tidak lain dan tidak bukan adalah menjalankan puasa di bulan ramadhan tahun 1431 h / tahun 2010 ini.
jadwal imsakiyah ramadhan 2010 1431
klik to zoom
Sebagai kaum muslim kita harus menyambutnya dengan suka cita. Saya pernah mendengar, entah ayat suci Al-Quran atau hadist nabi. Barang siapa yang gembira dengan datangnya bulan Ramadhan, maka Allah SWT akan memasukkan sang hamba ke dalam surga-Nya. Semua pasti mau kan?


Kamis, 29 Oktober 2009

Perguruan Santriloka: Al Quran Itu Sesat & Membahayakan Persatuan Indonesia !!!


Ada-ada saja aliran sableng di Indonesia. Sebuah perguruan Ilmu Kalam Santriloka menganggap sebagian isi Alquran sesat dan membahayakan persatuan. Perguruan ini juga mengecam ibadah haji yang dianggap sebagai pembodohan Bangsa Arab terhadap Bangsa Indonesia.

"Alquran sebagian salah dan sesat, sebagian benar. Seperti Surat Alkafirun, itu sesat. Bukan kalam Allah tapi suara orang Arab," kata Pengasuh Perguruan Ilmu Kalam Santriloka Kiai Ahmad Naf'an di Padepokan Santriloka, Kelurahan Kranggan gang 5, Kota Mojokerto, Rabu (28/10/2009).

Menurut pria yang biasa dipanggil Gus Aan ini, Surat Alkafirun menyerukan perpecahan, bukan persatuan. "Bagaimana, kok bisa Tuhan Allah mengecam dan menyuruh orang agar memusuhi orang yang dianggap kafir," jelas Aan sebagaimana dikutip dari detik.com.

Terkait dengan Alquran yang beredar di Indonesia, Gus Aan menyatakan salah. Menurutnya, Alquran bukan dari Bahasa Arab. Melainkan Bahasa Kawi, Bahasa Sansekerta dan Bahasa Jawa Kuno. Alquran merupakan buatan orang Arab untuk menjajah Bangsa Indonesia.

"Alquran yang ada ini, dimodifikasi oleh orang-orang untuk merusak Majapahit, Jawa dan Pancasila. Siapa yang bertanggungjawab, kalau Alquran ini salah. Apa nabi mau tanggungjawab," tambah Aan sambil menunjuk Alquran yang ada di depan kakinya.

Terkait ibadah haji, Gus Aan juga menganggap ibadah haji saat ini tidak sesuai dengan inti ajaran Islam. "Siapa yang menyuruh ke Makkah. Dulu banyak orang mati di Terowongan Mina. Begini kok katanya perintah Allah," kata Gus Aan berapi-api.

Menurut Aan, ibadah haji sebenarnya tidak harus pergi ke Makkah dan sekitarnya. "Sudah dikatakan, kalau Allah itu dekat seperti urat nadi, kenapa umat Islam mengitari batu, dan mau dibodohi orang Arab," kata Gus Aan menambahkan.

Sebelumnya Pondok Pesantren dan MUI di Mojokerto meminta polisi melacak keberadaan pengajian Ilmu Kalam Santriloka. Ajaran pengajian komunitas itu dianggap sesat karena tidak mewajibkan puasa Ramadan dan salat 5 waktu. (muslimdaily/dtk)







Rabu, 14 Oktober 2009

Di Balik Fenomena FacebooK


Dari Milis Tetangga

Ketika perpecahan keluarga menjadi tontonan yang ditunggu dalam sebuah episode infotainment setiap hari.
Ketika aib seseorang ditunggu-tunggu ribuan mata bahkan jutaan dalam berita-berita media massa.

Ketika seorang celebritis dengan bangga menjadikan kehamilannya di luar pernikahan yang sah sebagai ajang sensasei yang ditunggu-tunggu ...’siapa calon bapak si jabang bayi?’

Ada khabar yang lebih menghebohkan, lagi-lagi seorang celebrities yang belum resmi berpisah dengan suaminya, tanpa rasa malu berlibur, berjalan bersama pria lain, dan dengan mudahnya mengolok-olok suaminya.

Wuiih......mungkin kita bisa berkata ya wajarlah artis, kehidupannya ya seperti itu, penuh sensasi.Kalau perlu dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, aktivitasnya diberitakan dan dinikmati oleh publik.


Wuiiih...... ternyata sekarang bukan hanya artis yang bisa seperti itu, sadar atau tidak, ribuan orang sekarang sedang menikmati aktivitasnya apapun diketahui orang, dikomentarin orang bahkan mohon maaf ...’dilecehkan’ orang, dan herannya perasaan yang didapat adalah kesenangan.

Fenomena itu bernama facebook, setiap saat para facebooker meng update statusnya agar bisa dinikmati dan dikomentarin lainnya. Lupa atau sengaja hal-hal yang semestinya menjadi konsumsi internal keluarga, menjadi kebanggaan di statusnya. Lihat saja beberapa status facebook :

Seorang wanita menuliskan “Hujan-hujan malam-malam sendirian, enaknya ngapain ya.....?”------kemudian puluhan komen bermunculan dari lelaki dan perempuan, bahkan seorang lelaki temannya menuliskan “mau ditemanin? Dijamin puas deh...”

Seorang wanita lainnya menuliskan “ Bangun tidur, badan sakit semua, biasa....habis malam jumat ya begini...:” kemudian komen2 nakal bermunculan. ..

Ada yang menulis “ bete nih di rumah terus, mana misua jauh lagi....”, ----kemudian komen2 pelecehan bermunculan.

Ada pula yang komen di wall temannya “ eeeh ini si anu ya ...., yang dulu dekat dengan si itu khan? Aduuh dicariin tuh sama si itu...” ----lupa klu si anu sudah punya suami dan anak-anak yang manis.

Yang laki-laki tidak kalah hebat menulis statusnya “habis minum jamu nih...., ada yang mau menerima tantangan ?’----langsung berpuluh2 komen datang.

Ada yang hanya menuliskan, “lagi bokek, kagak punya duit...”

Ada juga yang nulis “ mau tidur nih, panas banget...bakal tidur pake dalaman lagi nih” .

Dan ribuan status-status yang numpang beken dan pengin ada komen-komen dari lainnya.

Dan itu sadar atau tidak sadar dinikmati oleh indera kita, mata kita, telinga kita, bahkan pikiran kita.

Ada yang lebih kejam dari sekedar status facebook, dan herannya seakan hilang rasa empati dan sensitifitas dari tiap diri terhadap hal-hal yang semestinya di tutup dan tidak perlu di tampilkan.

Seorang wanita dengan nada guyon mengomentarin foto yang baru sj di upload di albumnya, foto-foto saat SMA dulu setelah berolah raga memakai kaos dan celana pendek.....padahal sebagian besar yg didalam foto tersebut sudah berjilbab

Ada seorang karyawati mengupload foto temannya yang sekarang sudah berubah dari kehidupan jahiliyah menjadi kehidupan islami, foto saat dulu jahiliyah bersama teman2 prianya bergandengan dengan ceria....

Ada pula seorang pria meng upload foto seorang wanita mantan kekasihnya dulu yang sedang dalam kondisi sangat seronok padahal kini sang wanita telah berkeluarga dan hidup dengan tenang.

Rasanya hilang apa yang diajarkan seseorang yang sangat dicintai Allah...., yaitu Muhammad SAW, Rasulullah kepada umatnya. Seseorang yang sangat menjaga kemuliaan dirinya dan keluarganya. Ingatkah ketika Rasulullah bertanya pada Aisyah r.ha

“ Wahai Aisyah apa yang dapat saya makan pagi ini?” maka Istri tercinta, sang humairah, sang pipi merah Aisyah menjawab “ Rasul, kekasih hatiku, sesungguhnya tidak ada yang dapat kita makan pagi ini”. Rasul dengan senyum teduhnya berkata “baiklah Aisyah, aku berpuasa hari ini”. Tidak perlu orang tahu bahwa tidak ada makanan di rumah rasulullah.. ..

Ingatlah Abdurahman bin Auf r.a mengikuti Rasulullah berhijrah dari mekah ke madinah, ketika saudaranya menawarkannya sebagian hartanya, dan sebagian rumahnya,

maka abdurahman bin auf mengatakan, tunjukan saja saya pasar. Kekurangannya tidak membuat beliau kehilangan kemuliaan hidupnya. Bahwasanya kehormatan menjadi salah satu indikator keimanan seseorang, sebagaimana Rasulullah, bersabda, “Malu itu sebahagian dari iman”. (Bukhari dan Muslim).


Dan fenomena di atas menjadi Tanda Besar buat kita umat Islam, hegemoni ‘kesenangan semu’ dan dibungkus dengan ‘persahabatan fatamorgana’ ditampilkan dengan mudahnya celoteh dan status dalam facebook yang melindas semua tata krama tentang Malu, tentang menjaga Kehormatan Diri dan keluarga.

Dan Rasulullah SAW menegaskan dengan sindiran keras kepada kita

“Apabila kamu tidak malu maka perbuatlah apa yang kamu mau.” (Bukhari).


Arogansi kesenangan semakin menjadi-jadi dengan tanpa merasa bersalah mengungkit kembali aib-aib masa lalu melalui foto-foto yang tidak bermartabat yang semestinya dibuang saja atau disimpan rapat.

Bagi mereka para wanita yang menemukan jati dirinya, dibukakan cahayanya oleh Allah sehingga saat di masa lalu jauh dari Allah kemudian ter inqilabiyah – tershibghoh, tercelup dan terwarnai cahaya ilahiyah, hatinya teriris melihat masa lalunya dibuka dengan penuh senyuman, oleh orang yang mengaku sebagai teman, sebagai sahabat.

Maka jagalah kehormatan diri, jangan tampakkan lagi aib-aib masa lalu, mudah-mudahan Allah menjaga aib-aib kita.

Maka jagalah kehormatan diri kita, simpan rapat keluh kesah kita, simpan rapat aib-aib diri, jangan bebaskan ‘kesenangan’, ‘gurauan’ membuat Iffah kita luntur tak berbekas.

************ ********* ***************** ********* ************
Mohon kiranya untuk men-tag ataupun men-sharing artikel ini dengan orang yang Anda kasihi demi kebaikan kita bersama.

Jazakallah khair









Kamis, 08 Oktober 2009

Matematika Gaji dan Logika Sedekah


oleh: Abdul Muttaqin

Dalam satu kesempatan tak terduga, saya bertemu pria ini. Orang-orang biasa memanggilnya Mas Ajy. Saya tertarik dengan falsafah hidupnya, yang menurut saya, sudah agak jarang di zaman ini, di Jakarta ini. Dari sinilah perbincangan kami mengalir lancar.

Kami bertemu dalam satu forum pelatihan profesi keguruan yang diprogram sebuah LSM bekerja sama dengan salah satu departemen di dalam negeri. Tapi, saya justru mendapat banyak pelajaran bernilai bukan dari pelatihan itu. Melainkan dari pria ini.

Saya menduga ia berasal dari kelas sosial terpandang dan mapan. Karena penampilannya rapih, menarik dan wajah yang tampan. Namun tidak seperti yang saya duga, Mas Ajy berasal dari keluarga yang pas-pasan. Jauh dari mapan. Sungguh kontras kenyataan hidup yang dialaminya dengan sikap hidup yang dijalaninya. Sangat jelas saya lihat dan saya pahami dari beberapa kali perbincangan yang kami bangun.

Satu kali kami bicara tentang penghasilan sebagai guru. Bertukar informasi dan memperbandingkan nasib kami satu dengan yang lain, satu sekolah dengan sekolah lainnya. Kami bercerita tentang dapur kami masing-masing. Hampir tidak ada perbedaan mencolok.

Kami sama-sama "guru" yang "katanya" pahlawan tanpa tanda jasa. Yang membedakan sangat mencolok antara saya dan Mas Ajy adalah sikap hidupnya yang amat berbudi. Darinya saya tahu hakikat nilai di balik materi.

Penghasilannya sebulan sebagai guru kontrak tidak logis untuk membiayai seorang isteri dan dua orang putra-putrinya. Dia juga masih memiliki tanggungan seorang adik yang harus dihantarkannya hingga selesai SMA.

Sering pula Mas Ajy menggenapi belanja kedua ibu bapaknya yang tak lagi berpenghasilan. Menurutnya, hitungan matematika gajinya barulah bisa mencukupi untuk hidup sederhana apabila gajinya dikalikan 3 kali dari jumlah yang diterimanya.

"Tapi, hidup kita tidak seluruhnya matematika dan angka-angka. Ada dimensi non matematis dan di luar angka-angka logis."

"Maksud Mas Ajy gimana, aku nggak ngerti?"

"Ya, kalau kita hanya tertuju pada gaji, kita akan menjadi orang pelit. Individualis. Bahkan bisa jadi tamak, loba. Karena berapapun sebenarnya nilai gaji setiap orang, dia tidak akan pernah merasa cukup. Lalu dia akan berkata, bagaimana mau sedekah, untuk kita saja kurang."

"Kenyataannya memang begitu kan Mas?", kata saya mengiayakan. "Mana mungkin dengan gaji sebesar itu, kita bisa hidup tenang, bisa sedekah. Bisa berbagi." Saya mencoba menegaskan pernyataan awalnya.

"Ya, karena kita masih menggunakan pola pikir matematis. Cobalah keluar dari medium itu. Oke, sakarang jawab pertanyaan saya. Kita punya uang sepuluh ribu. Makan bakso enam ribu. Es campur tiga ribu. Yang seribu kita berikan pada pengemis, berapa sisa uang kita?"

"Tidak ada. Habis." jawab saya spontan.

"Tapi saya jawab masih ada. Kita masih memiliki sisa seribu rupiah. Dan seribu rupiah itu abadi. Bahkan memancing rezeki yang tidak terduga."

Saya mencoba mencerna lebih dalam penjelasannya. Saya agak tercenung pada jawaban pasti yang dilontarkannya. Bagaimana mungkin masih tersisa uang seribu rupiah? Dari mana sisanya?

"Mas, bagaimana bisa. Uang yang terakhir seribu rupiah itu, kan sudah diberikan pada pengemis ", saya tak sabar untuk mendapat jawabannya.

"Ya memang habis, karena kita masih memakai logika matematis. Tapi cobalah tinggalkan pola pikir itu dan beralihlah pada logika sedekah. Uang yang seribu itu dinikmati pengemis. Jangan salah, bisa jadi puluhan lontaran doa’ keberkahan untuk kita keluar dari mulut pengemis itu atas pemberian kita. Itu baru satu pengemis. Bagaimana jika kita memberikannya lebih. Itu dicatat malaikat dan didengar Allah. Itu menjadi sedekah kita pada Allah dan menjadi penolong di akhirat. Sesungguhnya yang seribu itulah milik kita. Yang abadi. Sementara nilai bakso dan es campur itu, ujung-ujungnya masuk WC."

Subhanallah. Saya hanya terpaku mendapat jawaban yang dilontarkannya. Sebegitu dalam penghayatannya atas sedekah melalui contoh kecil yang hidup di tengah-tengah kita yang sering terlupakan. Sedekah memang berat. Sedekah menurutnya hanya sanggup dilakukan oleh orang yang telah merasa cukup, bukan orang kaya. Orang yang berlimpah harta tapi tidak mau sedekah, hakikatnya sebagai orang miskin sebab ia merasa masih kurang serta sayang untuk memberi dan berbagi.

Penekanan arti keberkahan sedekah diutarakannya lebih panjang melalui pola hubungan anak dan orang tua. Dalam obrolannya, Mas Ajy seperti ingin menggarisbawahi, bahwa berapapun nilai yang kita keluarkan untuk mencukupi kebutuhan orang tua, belum bisa membayar lunas jasa-jasanya. Air susunya, dekapannya, buaiannya, kecupan sayangnya dan sejagat haru biru perasaanya. Tetapi di saat bersamaan, semakin banyak nilai yang dibayar untuk itu, Allah akan menggantinya berlipat-lipat.

“Terus, gimana caranya Mas, agar bisa menyeimbangkan nilai matematis dengan dimensi sedekah itu?”.

“Pertama, ingat, sedekah tidak akan membuat orang jadi miskin, tapi sebaliknya menjadikan ia kaya.

"Kedua, jangan terikat dengan keterbatasan gaji, tapi percayalah pada keluasan rizki.

"Ketiga, lihatlah ke bawah, jangan lihat ke atas.

"Dan yang terakhir, padukanlah nilai qona’ah, ridha dan syukur.

Saya semakin tertegun. Dalam hati kecil, saya meraba semua garis hidup yang telah saya habiskan. Terlalu jauh jarak saya dengan Mas Ajy. Terlalu kerdil selama ini pandangan saya tentang materi. Ada keterbungkaman yang lama saya rasakan di dada. Seolah-oleh semua penjelasan yang dilontarkannya menutup rapat egoisme kecongkakan saya dan membukakan perlahan-lahan kesadaran batin yang telah lama diabaikan. Ya Allah saya mendapatkan satu untai mutiara melalui pertemuan ini. Saya ingin segera pulang dan mencari butir-butir mutiara lain yang masih berserak dan belum sempat saya kumpulkan.

***

Sepulang berjamaah saya membuka kembali Al-Qur'an. Telah beberapa waktu saya acuhkan. Ada getaran seolah menarik saya untuk meraih dan membukanya. Spontan saya buka sekenanya. Saya terperanjat, sedetik saya ingat Mas Ajy. Allah mengingatkan saya kembali:

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (Terjemah QS. Al-Baqarah [2] 261).







Rabu, 05 Agustus 2009

7.000 Ulama Dukung Penegakan Syariah


HTI-Press—Lebih dari 7.000 ulama hadir dalam Muktamar Ulama Nasional (MUN) di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (21/7). Mereka sepakat untuk mendukung perjuangan menegakkan syariah dan khilafah. Wujud dukungan para ulama itu dituangkan dalam Mitsaq al-Ulama (Piagam Ulama).
Para ulama menyadari bahwa umat Islam, khususnya di Indonesia, menghadapi berbagai persoalan. Pangkal persoalan itu adalah tidak ada kehidupan Islam di mana di dalamnya diterapkan syariah Islam di bawah kepemimpinan seorang khalifah. Karenanya penegakan syariah dan khilafah adalah mutlak sebab itulah jalan satu-satunya menuju terwujudnya izzul Islam wal muslimin. Maka dari itu para ulama siap menjadi garda terdepan dalam perjuangan menegakkan syariah dan khilafah serta membela para pejuangnya.
Muktamar ini diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia bersamaan dengan momentum Isra’ Mi’raj 1430 H, sekaligus peringatan 88 runtuhnya Khilafah. Kegiatan ini selain dihadiri oleh para ulama dari seluruh Indonesia, juga dihadiri para ulama dari berbagai negara antara lain India, Bangladesh, Pakistan, Asia Tengah, Turki, Mesir, Yaman, Lebanon, Palestina, Syam, Sudan, dan Inggris. Secara bergantian para ulama dari berbagai negara ini menyampaikan pikirannya terhadap kondisi umat Islam baik di negaranya maupun di dunia internasional. Di sela-sela itu gema takbir berkumandang. ”Allahu Akbar.” Teriakan: ”Khilafah, khilafah, khilafah,” bersautan menjelang akhir muktamar.
Ustad Sidiq Al Jawi dari Indonesia, sebagai pembicara pertama mengawalinya dengan mengungkap berbagai intervensi asing di Indonesia di segala bidang kehidupan. Indonesia yang kaya akan sumber daya alam ternyata penduduknya banyak yang miskin. Menurutnya, ini terjadi karena Indonesia menerapkan ideologi yang salah sejak merdeka hingga kini.”Solusinya jelas yakni dengan menerapkan syariah Islam secara menyeluruh dalam bingkai Khilafah Islam,” katanya.





Para ulama luar negeri dalam muktamar yang menggunakan pengantar bahasa Arab ini pun menegaskan bahwa umat Islam kian terpuruk ketika menjauh dari penerapan Islam secara kaffah dalam naungan Khilafah (sistem pemerintahan Islam). Mereka menyatakan bahwa Khilafah adalah sebuah kewajiban yang agung, dan berjuang untuk menegakkannya kembali adalah kewajiban yang agung pula bagi setiap Muslim.
Begitu pentingnya kewajiban itu, sedemikian hingga para sahabat Nabi SAW bersepakat untuk mendahulukan upaya memilih pemimpin pengganti Rasulullah (khalifah) daripada memakamkan jenazah Rasulullah SAW, sekalipun mereka memahami bahwa memakamkan jenazah secara segera menjadi kewajiban mereka pula. Tindakan para sahabat Nabi SAW ini menunjukkan arti pentingnya perjuangan untuk menegakkan Khilafah sebagai sebuah kewajiban yang harus sesegera mungkin dilaksanakan.
Amir Hizbut Tahrir al-‘Alim Abu Rasytah dalam sambutannya yang diperdengarkan kepada muktamirin mengutip firman Allah dalam surat Fathir ayat 28 yang menyatakan bahwa hanya ulama-lah yang takut kepada Allah. Ulama adalah pewaris para Nabi, sehingga masa depan apa yang ditinggalkan oleh Nabi SAW tergantung pada ulama.
“Sesungguhnya tegaknya Khilafah bukan sekadar persoalan utama yang hanya menjamin kemuliaan kaum Muslim dan rahasia kekuatannya saja. Tetapi itu juga merupakan yang pertama dan terakhir dari berbagai kewajiban yang lain,”
Syeikh Atha’ menyeru: “Sungguh, kami sangat ingin saudara semuanya ikut berpartisipasi bersama kami untuk meraih kemuliaan yang agung ini, dengan berjuang untuk menegakkan Khilafah?” Ia berharap muktamar ini menjadi pengantar terbitnya fajar Khilafah, sehingga seluruh dunia diterangi oleh kemuliaan dan kekuatan kaum Muslim. Umat Islam juga kembali lagi menjadi umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Dan negara mereka menjadi negara nomor satu lagi di dunia, yang membawa kebaikan dan berkah di seluruh aspek kehidupan. (LI)

Kamis, 30 Juli 2009

Bom di JW Mariot dan Ritz Calton

Sejak peristiwa pengeboman di Hotel JW MAriot dan Ritz Calton di Mega Kuningan yang terjadi Jum'at pagi hampir setiap hari baik di media massa ataupun cetak berisi tentang Bom tersebut.





BAru-baru ini muncul pula sebuah pengakuan dari Media Tandzim Al Qoida Indonesia tentang pernyataan bahwa dia yang bertanggung jawab ata pengeboman di kedua hotel tersebut.
Berikut Kutipan dari pernyataan tersebut :

KETERANGAN RESMI TANDZIM AL QO'IDAH INDONESIA
ATAS AMALIYAT JIHADIYAH ISTISYHADIYAH
DI HOTEL JW. MARRIOT JAKARTA
اَلْحَمْدُ ِللهِ مُعِزِّ اْلإِسْلاَمِ بِنَصْرِه، وَمُذِلِّ الشِّرْكِ بِقَهْرِه، وَمُصَرِّف اْلأُمُور بِأَمْرِه، وَمُسْتَدْرِجِ اْلكَافِرِيْنَ بِمَكْرِه، اَلَّذِي قَدّرَ اْلأَيَّامَ دُولاً بِعَدْلِه، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مَنْ أَعْلَى اللهَُ مَنَارَ اْلإِسْلاَمِ بِسَيْفِه.
أمَّا بعد
Ini adalah keterangan resmi dari Tandzim Al Qo'idah Indonesia untuk ummat Islam dengan Amaliyat Jihadiyah Istisyhadiyah di Hotel JW. MARRIOT Jakarta, pada hari Jum'at pagi, tanggal 17 juli 2009 M./24 Rojab 1430 H. yang dilakukan oleh salah satu ikhwah mujahidin terhadap "KADIN Amerika" di Hotel tersebut.
Sesungguhnya telah sempurna pelaksanaan Amaliyat Istisyhadiyah dengan karunia Allah dan karomah-Nya setelah melakukan survey yang serius dan pengintaian yang mendalam terhadap orang-orang kafir sebelumnya.
Dan sungguh benar firman Allah :

"Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui". (QS. Al Anfal : 17).
Ini juga sesuai dengan firman Allah Ta'ala :

"Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman". (QS. Attaubah : 14).
Agar ummat ini mengetahui bahwasanya Amerika, khususnya orang-orang yang yang berkumpul dalam majlis itu, mereka adalah para Pentolan Bisnisman dan Inteljen di dalam bagian ekonomi Amerika. Dan mereka mempunyai kepentingan yang besar dalam mengeruk harta negeri Indonesia dan pembiyaan tentara kafir (Amerika) yang memerangi Islam dan kaum muslimin. Dan kami akan menyampaikan kabar gembira kepada kalian wahai ummat Islam, bi idznillahi Ta'ala dengan mengeluarkan cuplikan-cuplikan film dari Amaliyat Istisyhadiyah ini insya Allah.
Dan kami beri nama Amaliyat Istisyhadiyah ini dengan : "SARIYAH DR. AZHARI".
Kami ber-Husnu Dhon kepada Allah bahwa Allah akan menolong kami dan menolong kaum muslimin dalam waktu dekat ini.

kutipan diambil dari blog http://mediaislam-bushro.blogspot.com/2009/07/media-tandzim-al-qoidah-indonesia.html

Ya semoga Pencitraan tentang Islam bahwa Islam itu keras dapat terhapus.., Islam merupakan Agama yang Rohmatan lil alamin..,


Artikel ini di muat ulang hanya sebagai informasi

Senin, 06 Juli 2009

Larangan Berhubungan dengan Jin

dakwatuna.com - Jin adalah salah satu makhluk ghaib yang telah diciptakan Allah swt untuk beribadah kepada-Nya.

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (Adz-dzariyat: 56).

Sebagaimana malaikat, kita tidak dapat mengetahui informasi tentang jin serta alam ghaib lainnya kecuali melalui khabar shadiq (riwayat & informasi yang shahih) dari Rasulullah saw baik melalui Al-Quran maupun Hadits beliau yang shahih. Alasan nya adalah karena kita tidak dapat berhubungan secara fisik dengan alam ghaib dengan hubungan yang melahirkan informasi yang meyakinkan atau pasti.

Katakanlah: “tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila (kapan) mereka akan dibangkitkan. (An-Naml: 65)

Dia adalah Tuhan yang mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada Rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya. Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu. (Al-Jin: 26-28).

Manusia diperintahkan oleh Allah swt untuk melakukan muamalah (pergaulan) dengan sesama manusia, karena tujuan hubungan sosial adalah untuk melahirkan ketenangan hati, kerja sama yang baik, saling percaya, saling menyayangi dan saling memberi. Semua itu dapat berlangsung dan terwujud dengan baik, karena seorang manusia dapat mendengarkan pembicaraan saudaranya, dapat melihat sosok tubuhnya, berjabatan tangan dengannya, melihatnya gembira sehingga dapat merasakan kegembiraan nya, dan melihatnya bersedih sehingga bisa merasakan kesedihannya.

Allah swt mengetahui fitrah manusia yang cenderung dan merasa tenteram bila bergaul dengan sesama manusia, oleh karena itu, Dia tidak pernah menganjurkan manusia untuk menjalin hubungan dengan makhluk ghaib yang asing bagi manusia. Bahkan Allah swt tidak memerintahkan kita untuk berkomunikasi dengan malaikat sekalipun, padahal semua malaikat adalah makhluk Allah yang taat kepada-Nya Para nabi dan rasul alahimussalam pun hanya berhubungan dengan malaikat karena perintah Allah swt dalam rangka menerima wahyu, dan amat berat bagi mereka jika malaikat menampakkan wujudnya yang asli di hadapan mereka. Oleh karena itu tidak jarang para malaikat menemui Rasulullah saw dalam wujud manusia sempurna agar lebih mudah bagi Rasulullah saw untuk menerima wahyu.

Tentang ketenteraman hati manusia berhubungan dengan sesama manusia Allah swt berfirman:

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (Ar-Rum: 21).

Makna “dari jenismu sendiri’ adalah dari sesama manusia, bukan jin atau malaikat, atau makhluk lain yang bukan manusia. Karena hubungan dengan makhluk lain, apalagi dalam bentuk pernikahan, tidak akan melahirkan ketenteraman, padahal ketenteraman adalah tujuan utama menjalin hubungan.

Beberapa Informasi tentang Jin dari Al-Quran & Hadits

a. Jin diciptakan dari api dan diciptakan sebelum manusia

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan Kami telah menciptakan jin sebelumnya dari api yang sangat panas. (Al-Hijr: 26-27).

خُلِقَتِ الْمَلاَئِكَةُ مِنْ نُورٍ، وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ، وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ. رواه مسلم

Malaikat telah diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari tanah (yang telah dijelaskan kepada kalian). (Muslim)

Perbedaan asal penciptaan ini menyebabkan manusia tidak dapat berhubungan dengan jin, sebagaimana manusia tidak bisa berhubungan dengan malaikat kecuali jika jin atau malaikat menghendakinya. Apabila manusia meminta jin agar bersedia berhubungan dengannya, maka pasti jin tersebut akan mengajukan syarat-syarat tertentu yang berpotensi menyesatkan manusia dari jalan Allah swt.



b. Jin adalah makhluk yang berkembang biak dan berketurunan

Dan (Ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah Iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zhalim. (Al-Kahfi: 50).

Al-Quran juga menyebutkan bahwa di antara bangsa jin ada kaum laki-laki nya (rijal) sehingga para ulama menyimpulkan berarti ada kaum perempuannya (karena tidak dapat dikatakan laki-laki kalau tidak ada perempuan). Dengan demikian berarti mereka berkembang biak.

Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (Al-Jin: 6).

c. Jin dapat melihat manusia sedangkan manusia tidak dapat melihat jin

Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman (Al-A’raf: 27).

Hal ini membuat kita tidak dapat berhubungan dengan mereka secara wajar sebagaimana hubungan sesama manusia. Kalau pun terjadi hubungan, maka kita berada pada posisi yang lemah, karena kita tidak dapat melihat mereka dan mereka bisa melihat kita.

d. Bahwa di antara bangsa jin ada yang beriman dan ada pula yang kafir, karena mereka diberikan iradah (kehendak) dan hak memilih seperti manusia.

Dan sesungguhnya di antara kami ada jin yang taat dan ada (pula) jin yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus. Adapun jin yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api bagi neraka Jahanam. (Al-Jin (72): 14-15).

Meskipun ada yang muslim, tapi karena jin makhluk ghaib, maka tidak mungkin muncul ketenteraman hati dan kepercayaan penuh bagi kita terhadap keislaman mereka, apakah benar jin yang mengaku muslim jujur dengan pengakuannya atau dusta?! Kalau benar, apakah mereka muslim yang baik atau bukan?! Bahkan kita harus waspada dengan tipu daya mereka.

Berhubungan dengan jin adalah salah satu pintu kerusakan dan berpotensi mendatangkan bahaya besar bagi pelakunya. Potensi bahaya ini dapat kita pahami dari hadits Qudsi di mana Rasulullah saw menyampaikan pesan Allah swt:

وَإِنِّي خَلَقْتُ عِبَادِي حُنَفَاءَ كُلَّهُمْ، وَإِنَّهُمْ أَتَتْهُمْ الشَّيَاطِينُ فَاجْتَالَتْهُمْ عَنْ دِينِهِمْ، وَحَرَّمَتْ عَلَيْهِمْ مَا أَحْلَلْتُ لَهُمْ، وَأَمَرَتْهُمْ أَنْ يُشْرِكُوا بِي مَا لَمْ أُنْزِلْ بِهِ سُلْطَانًا. رواه مسلم

Dan sesungguhnya Aku telah menciptakan hamba-hamba-Ku semua dalam keadaan hanif (lurus), dan sungguh mereka lalu didatangi oleh setan-setan yang menjauhkan mereka dari agama mereka, mengharamkan apa yang telah Aku halalkan, dan memerintahkan mereka untuk menyekutukan-Ku dengan hal-hal yang tidak pernah Aku wahyukan kepada mereka sedikit pun. (Muslim)

Dalil lain tentang larangan berhubungan dengan jin adalah:

Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (Al-Jin: 6).

Imam At-Thabari dalam tafsirnya menyebutkan: “Ada penduduk kampung dari bangsa Arab yang menuruni lembah dan menambah dosa mereka dengan meminta perlindungan kepada jin penghuni lembah tersebut, lalu jin itu bertambah berani mengganggu mereka.

Tujuan seorang muslim melakukan hubungan sosial adalah dalam rangka beribadah kepada Allah swt dan berusaha meningkatkannya atau untuk menghindarkan dirinya dari segala hal yang dapat merusak ibadahnya kepada Allah. Melakukan hubungan dengan jin berpotensi merusak penghambaan kita kepada Allah yaitu terjatuh kepada perbuatan syirik seperti yang dijelaskan oleh ayat tersebut. Ketidakmampuan kita melihat mereka dan kemampuan mereka melihat kita berpotensi menjadikan kita berada pada posisi yang lebih lemah, sehingga jin yang kafir atau pendosa sangat mungkin memperdaya kita agar bermaksiat kepada Allah swt.

Bagaimana berhubungan dengan jin yang mengaku muslim? Kita tetap tidak dapat memastikan kebenaran pengakuannya karena kita tidak dapat melihat apalagi menyelidiki nya. Bila jin tersebut muslim sekalipun, bukan menjadi jaminan bahwa ia adalah jin muslim yang baik dan taat kepada Allah.

Di samping itu, tidak ada manusia yang dapat menundukkan jin sepenuhnya (taat sepenuhnya tanpa syarat) selain Nabi Sulaiman as dengan doanya:

Sulaiman berkata: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pemberi”. (Shad (38): 35).

Maka berhubungan dengan jin tidak mungkin dilakukan kecuali apabila jin itu menghendakinya, dan sering kali ia baru bersedia apabila manusia memenuhi syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat ini dapat dipastikan secara bertahap akan menggiring manusia jatuh kepada kemaksiatan, bahkan mungkin kemusyrikan dan kekufuran yang mengeluarkannya dari ajaran Islam. Na’udzu billah.

Wallahu a’lam.



KESURUPAN JIN DAN TERAPINYA

Dalil-dalil Yang Menetapkan Eksistensi Kesurupan Dan Masuknya Jin Ke Dalam
Tubuh Manusia.

* Allah Ta'ala berfirman, "Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak
dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan
lantaran (tekanan) penyakit gila." (Al-Baqarah: 275). Al-Imam al-Qurtubi
rahimahullah berkata, "Di dalam ayat ini terdapat dalil atas batalnya hujjah
orang yang mengingkari kesurupan (kemasukan jin), dan menganggap bahwa hal
tersebut merupakan bagian dari pembawaan lahir dan sesungguhnya setan tidak
berjalan pada diri manusia dan tidak pula masuk ke dalamnya." (lihat: Tafsir
al-Qurtubi, 30/230)

* Dikeluarkan oleh Ahmad, Abu Dawud, dan at-Thabrani dari hadits Ummu
Abban binti al-Wazi' dari bapaknya, dari kakeknya bahwasanya ia pernah pergi
ke Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan membawa anaknya yang
kesurupan, maka beliau shallallahu 'alaihi wasallam berkata, "Dekatkan ia
kepadaku dan hadapkan punggungnya di depanku," maka Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam membuka pakainnya dari atas sampai bawah lalu memukul
punggungnya seraya berkata, 'Keluarlah wahai musuh Allah !,' kemudian ia pun
kembali melihat dengan pandangan yang benar (sembuh)."

* Dikeluarkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Shafiyyah binti Huyay
radhiallahu 'anha, bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Sesungguhnya setan mengalir di dalam tubuh anak cucu Adam melalui pembuluh
darah."

Sebab-sebab Kesurupan (Kerasukan Jin)

Berikut ini adalah ringkasan dari sebab-sebab masuknya jin pada tubuh
manusia (lihat: wiqayatu al-Insani min al-Jinni wa asy-Syaitani, Karya:
Syaikh Wahid Abdus Salam Bali):

* Karena kecintaan jin yang sangat besar kepada manusia tersebut.

* Karena kezhaliman manusia terhadap jin, seperti menyiramkan air panas
kepadanya, menindihi jin dari tempat yang tinggi atau dengan kencing di
lubang atau selainnya.

* Karena kezhaliman jin terhadap manusia seperti merasukinya tanpa
sebab, sedangkan dia tidak rela de-ngan hal itu.

Cara Mencegah Dari Kesurupan Jin Sebelum Terjadi.

* Membiasakan untuk berdzikir kepada Allah Ta'ala secara terus-menerus
dan mendekatkan diri kepadaNya dengan menjalankan ketaatan-ketaatan, karena
sesungguhnya ketika manusia semakin dekat dengan Allah Ta'ala, setan pun
akan semakin jauh dari manusia.

* Membaca bismillah ketika mengerjakan sesuatu, khususnya pada kondisi
berikut:

o a. Ketika meloncat dari tempat yang tinggi.

o b. Ketika melempar sesuatu ke tanah/ bumi seperti menyiramkan
air panas atau melempar sesuatu yang berat.

o c. Ketika melewati tempat-tempat yang dilalui oleh binatang liar
atau tempat-tempat yang gelap atau tempat-tempat sepi.

* 3. Berdzikir kepada Allah Ta'ala dengan dzikir-dzikir yang terbatas
dengan waktu, seperti dzikir pagi petang, ketika hendak makan dan yang
lainnya.

* 4. Tidak membunuh ular-ular yang berada di dalam rumah kecuali setelah
memohon dengan nama Allah Ta'ala agar dia mau keluar.

* 5. Tidak mendengarkan lagu dan musik.

* 6. Tidak melihat wanita-wanita (bukam mahram) dan seluruh yang
diharamkan Allah Ta'ala dan tidak berdua-duaan dengan mereka (khalwat)
karena wanita-wanita merupakan perangkap dan pancingan setan.

* 7. Bersungguh-sungguh dalam menjaga shalat berjama'ah.

* 8. Larangan tinggal di tempat-tempat reruntuhan bangunan, kamar mandi,
kuburan-kuburan dan tempat-tempat kosong/ sepi dan larangan untuk shalat di
kandang unta serta larangan shalat ketika terbit atau terbenamnya matahari.

* 9. Membiasakan berjama'ah dan tidak menyendiri seperti ketika
bepergian atau masuk ke padang sahara atau tanah yang lapang, maka jika
terpaksa hendaklah memperbanyak dzikir kepada Allah Ta'ala dan memohon
perlindungan kepadaNya.

* 10. Larangan kencing di lubang atau larangan bersuci dengan
menggunakan tulang atau kotoran binatang.

* 11. Dianjurkan berwudhu sebelum tidur dan membaca dzikir sebelum tidur
serta meminta perlindungan kepada Allah Ta'ala.

* 12. Menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat karena hal tersebut dapat
menjauhkan seseorang dari Allah Ta'ala dan mendekatkan dirinya kepada setan.

Terapi Atau Pengobatan Terhadap Orang-orang Yang Kesurupan.

* Tahap Pertama: Tahap Terapi/ Pengobatan.

Hendaklah meletakkan tanganmu di atas kepala pasien dan membacakan
dengan tartil ayat-ayat (al-Qur'an) yang dapat mengusir setan, seperti
membaca al-Fatihah; ayat Kursi; tiga ayat terakhir dari surat al-Baqarah;
al-Mu'awidzatain (surat al-Falaq dan an-Naas); al-Ikhlas; dan semua
surat-surat dan ayat-ayat yang memiliki keutamaan "dapat mengusir setan".

* Tahap keDua: Tahap pasca terapi/ Pengobatan.

Tahapan ini adalah tahapan yang berat karena dalam tahap ini
memungkinkan jin untuk kembali lagi ke dalam tubuh pasien, oleh karena itu
wajib atasnya hal-hal berikut :

o Menjaga shalat berjamaah.





o Berdzikir kepada Allah Ta'ala dalam setiap waktu, khususnya pada
waktu-waktu tertentu (yang disunnahkan).

o Hendaklah pasien tersebut kembali kepadamu, agar kamu membacakan
kepadanya (meruqyah) setelah beberapa saat, atau dengan memberikan air yang
dibacakan ayat-ayat yang dapat mengusir setan, kemudian sebagian dia minum
dan sebagiannya ia gunakan untuk mandi.

o 4. Membaca bismillah ketika hendak melakukan sesuatu.

o 5. Mendengar dan menyimak ayat al-Qur'an dan membacanya.

Peringatan-peringatan Bagi Penerapi

o Jin terkadang datang berteriak-teriak, memanggil-manggil,
menakut-nakuti dan mengancam, maka janganlah kamu takut kepadanya, akan
tetapi pukullah dia dan beri pelajaran kepadanya (dengan menghukumnya), maka
niscaya dia akan menjadi tenang dengan izin Allah Ta'ala dan bacakanlah pula
kepadanya firman Allah Ta'ala, "Sesungguhnya tipu daya setan adalah lemah."

o Jin terkadang mencaci maki atau menghinamu, maka janganlah kamu
marah.

o Jin terkadang berkata kepadamu, "Kamu adalah seorang lelaki yang
shalih dan aku akan keluar karena kemuliaanmu," maka katakan kepadanya,
"Saya adalah hamba Allah Ta'ala yang lemah dan keluarlah kamu semata-mata
karena ketaatanmu kepada Allah Ta'ala dan rasulNya shallallahu 'alaihi
wasallam."

o Terkadang kamu akan menemukan jin yang sangat keras kepala, maka
dalam kondisi seperti ini, ambillah setengah gelas air dan dekatkan dari
mulutmu, lalu tiupkan padanya (gelas tersebut) setelah membaca ayat-ayat
ruqyah, lalu minumkan padanya (pasien tersebut), maka jin tersebut akan
merasa ketakutan dan mematuhimu, serta akan keluar dengan izin Allah Ta'ala.
Jika dia belum keluar, maka teruslah kamu membacakannya, walaupun setelah
selang beberapa saat sampai dia keluar dengan izin Allah Ta'ala.

o Hendaklah ruqyah dibaca dengan tartil, Khusyu' dan dengan suara
yang terdengar.

o Jin terkadang meminta syarat-syarat tertentu, maka jika dalam
syarat-syarat tersebut merupakan bentuk ketaatan pada Allah Ta'ala dan
RasulNya shallallahu 'alaihi wasallam, maka tidak mengapa memenuhi
syarat-syarat tersebut, akan tetapi sampaikan kepadanya bahwa dia
melaksanakan perbuatan ini bukan karena ketaatan kepadanya, akan tetapi
semata-mata hanya menaati Allah Ta'ala. Dan jika jin tersebut menyuruh
kepada maksiat, maka janganlah dituruti permintaannya. Akan tetapi berilah
dia hukuman atas hal itu.

o Jika Allah Ta'ala menjauhkan/ memalingkan jin tersebut dari si
pasien, maka suruhlah dia dan orang yang bersamanya agar mereka sujud kepada
Allah Ta'ala sebagai rasa syukur kepadaNya karena telah menyelamatkan mereka
dari jin yang zhalim ini, begitu juga hendaknya kamu sujud sebagai rasa
syukur kepada Allah Ta'ala atas taufikNya kepadamu dengan menghilangkan
kezhaliman ini.

o Apabila Allah Ta'ala telah menjauhkan/ memalingkan jin melalui
perantara kedua tanganmu, maka janganlah kamu berkata, "Aku telah
mengeluarkannya (jin tersebut) atau aku telah menjauhkan/ memalingkannya",
akan tetapi katakanlah, "Sesungguhnya Allah Ta'ala lah yang telah
menjauhkan/ memalingkannya, atau Allah Ta'ala lah yang telah
mengeluarkannya." Dan waspadalah kamu dari sifat membanggakan diri (ujub),
sesungguhnya hal itu merupakan jalan /tempat-tempat masuknya setan yang
paling besar.

Oleh : Abu Nabiel
SUMBER: Ash-Shahih al-Burhan Fima Yatrudu asy-Syaithan, Ali bin
Muhammad bin Mahdi al-Qarni




Minggu, 03 Mei 2009

Media Kuffar Bakal Menjuluki Imam Mahdi Teroris

Oleh admin pada Tulisan / Artikel
Sebagian orang masih bertanya-tanya apa perlunya seorang Muslim memahami tanda-tanda Akhir Zaman? Ia tidak menyadari bahwa kejahilan atau ketidak-pedulian seseorang akan tanda-tanda tersebut bisa berakibat fatal bagi kehidupannya.

Misalnya, masalah datangnya Imam Mahdi. Sebagaimana disebutkan di dalam banyak hadits, Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam telah memprediksi akan diutusnya seorang lelaki yang bakal menjadi pemimpin ummat Islam di Akhir Zaman. Lelaki ini akan memenuhi bumi dengan keadilan setelah tadinya dipenuhi dengan kezaliman dan kesewenang-wenangan. Artinya, ia akan menjadi panglima kaum muslimin dalam mengalihkan kehidupan dewasa ini di babak keempat –yakni babak kepemimpinan Mulkan Jabriyyan (para penguasa diktator)- menuju ke babak kelima –yakni babak tegaknya kembali khilafatun ’ala minhaj an-Nubuwwah (ke-Khalifahan yang mengikuti metode Kenabian). Ia akan mengajak kita meninggalkan sistem jahiliyyah modern penuh kezaliman menuju sistem Islam penuh keadilan di penghujung umur dunia fana menjelang hari Kiamat.

“Andaikan dunia tinggal sehari sungguh Allah ta’aala akan panjangkan hari tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku namanya serupa namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku. Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penganiayaan.” (HR Abu Dawud 9435)

Dari hadits di atas sebagian Ulama menyimpulkan bahwa Imam Mahdi akan memiliki nama Muhammad bin Abdullah. Sebab kata Nabi namanya mirip nama Nabi shollallahu ’alaih wa sallam sedangkan nama ayahnya mirip nama ayah Nabi shollallahu ’alaih wa sallam . Itulah sebabnya para pejuang Palestina, khususnya kelompok Hamas mempunyai slogan perjuangan yang berbunyi:

“Wahai kaum Yahudi, Khaibar, Khaibar… Pasukan Muhammad pasti akan kembali.”

Khaibar merupakan nama sebuah benteng kokoh bangsa Yahudi yang berhasil dijebol dan dihancurkan oleh pasukan Islam di masa lampau sekian belas abad yang lalu. Pasukan Hamas seringkali melaungkan semboyan di atas untuk menggentarkan fihak pasukan Zionis Yahudi. Agar kaum Yahudi ingat selalu bahwa sekuat apapun benteng mereka sesungguhnya semua kekuatan itu akan bisa dihancurkan oleh pasukan Islam bila dikehendaki Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Selanjutnya pasukan Islam mengingatkan bahwa ”pasukan Muhammad” pasti akan datang kembali untuk membuat perhitungan. Dan istilah ”Pasukan Muhammad” mengisyaratkan ke masa lampau, yaitu pasukan pengikut Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam , dan sekaligus ke masa yang akan datang, yaitu pasukan pengikut Muhammad bin Abdullah lelaki yang kelak datang berpredikat Imam Mahdi…!

Jika seorang Muslim tidak memiliki kecukupan pengetahuan mengenai Imam Mahdi, bisa saja fihak musuh-musuh Islam mempromosikan seorang Imam Mahdi gadungan ke pentas dunia. Lelaki tersebut mengaku bernama Muhammad bin Abdullah. Media milik kaum kuffar kemudian mengorbitkannya sedemikian rupa sebagai lelaki yang pantas memimpin ummat Islam, padahal ia adalah Imam Mahdi palsu yang akan menyesatkan ummat Islam, terutama generasi mudanya. Lalu berbondong-bondonglah ummat Islam mem-bai’atnya padahal ia akan menyesatkan setiap muslim dari jalan lurus yang diridhai Allah.

Sebaliknyapun demikian. Pada saat Imam Mahdi yang sejati telah datang, media kaum kuffar segera memberikan label seperti teroris, ekstrimis dan sejenisnya. Lalu setiap Muslim yang bodoh dan tidak pernah mempelajari hadits-hadits mengenai kemunculan dan kriteria Imam Mahdi segera mencapnya sebagaimana diinginkan oleh media kuffar tersebut. Akhirnya jangankan si Muslim tadi berbai’at dengan Imam Mahdi, malah sebaliknya ia akan mendaftarkan dirinya ke dalam pasukan yang siap memerangi Al-Mahdi. Padahal Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam jelas-jelas memerintahkan setiap orang beriman di Akhir Zaman untuk mempersiapkan diri menghadapi kedatangan Imam Mahdi. Dan bilamana kedatangannya sudah nyata Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam memerintahkan kita untuk segera mendaftarkan diri ke dalam pasukannya betapapun sulitnya keadaan ketika itu



“Ketika kalian melihatnya (Imam Mahdi) maka ber-bai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak di atas salju.” (HR Ibnu Majah 4074)

Bila seorang Muslim pengetahuannya cuma sebatas bahwa Imam Mahdi bernama Muhammad bin Abdullah, maka tentunya dengan mudah fihak musuh akan mempermainkan pengetahuannya yang terbatas itu untuk mengorbitkan Imam Mahdi palsu. Ia tidak cukup rajin untuk mempelajari hadits-hadits lainnya soal Imam Mahdi agar ia memiliki pemahaman yang relatif utuh.

Lalu si Muslim tadi malah akan berseberangan jalan dengan Imam Mahdi yang sebenarnya karena terbiasa mengikuti kemauan para penguasa diktator yang sedang digdaya di zaman penuh fitnah dewasa ini. Bila media penguasa diktator menjuluki Imam Mahdi yang asli sebagai teroris, maka si Muslim pandir tadipun akan membeo dengan menjuluki Imam Mahdi sebagai teroris. Bahkan ia akan penuh kesungguhan turut berfihak kepada kelompok yang memerangi Imam Mahdi dengan dalih sedang menjalankan proyek mulia ”War on Terror.”

Saudaraku, sungguh merugilah barangsiapa yang menganggap remeh pemahaman akan tanda-tanda Akhir Zaman. Padahal hari demi hari berlalu sedangkan tanda demi tanda semakin tersingkap di hadapan kita bersama. Bersiap-siagalah, saudaraku. Segeralah belajar mumpung masih ada waktu. Jangan sia-siakan umur padahal Kiamat semakin dekat…!



MENAKAR NILAI SHALAT SUBUH

Membaca Al-Qur'an dan Hadist2 Rasulullah saw kita akan mengetahui dgn mudah dan jelas bahwa shalat Subuh sangat mahal nilainya. Shalat yg agung ini benar2 memiliki daya tarik karena kedudukannya dalam Islam dan nilainya yg tinggi dalam syariat.

Banyak sekali hadist yg mendorong untuk melaksanakan Shalat Subuh, dan menyanjung mereka yang menjaganya.

"karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, Kecuali nafsu yang diberi Rahmat Rabbku, sesungguhnya Rabbku Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang" QS Yusuf : 53

10 Keistemewaan Shalat Subuh :

1. PAHALA TANPA BATAS

a. Pahala Shalat Malam Satu Malam Penuh.

Diriwayatkan muslim dari Ustman bin Afan ra. berkata : Rasulullah saw. bersabda :

"Barang siapa yang shalat Isya' berjamaah maka seakan akan dia telah shalat setengah malam. Dan barang siapa shalat Subuh berjamaah (atau dgn shalat Isya', seperti yang tertera dalam hadist Abu dawud dan Tirmidzi) maka seakan akan dia telah melaksanakan shalat satu malam penuh" HR. Muslim
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw. bersabda :

"Kalau sekiranya manusia mengetahui apa yg tersembunyi dalam adzan dan shaf pertama, maka mereka tidak akan mendapatkan bagian kecuali dgn jalan diundi di dalamnya, niscaya mereka akan ikut serta dalam undian (banyaknya yg ber bondong2 guna mendapatkan shaf pertama). Dan Jika mereka mengetahui apa yg didapatkan dalam awal kedatangan (shalat jamaah) niscaya akan ber lomba2. dan jika mereka mengetahui apa yg tersimpan di dalam shalat Subuh dan Isya' maka mereka akan mendatanginya walau dgn merangkak" HR. Bukhari.
Disetiap malam terdapat saat2 terkabulnya doa, kesempatan ini hanya diketahui orang2 yang bangun sebelum subuh, walau hanya sebentar, saat2 yg mulia. Bahkan ia merupakan kesempatan paling mulia sepanjang masa.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Rasulullah bersabda :

"Allah akan turun ke langit bumi pada setiap malam, ketika malam tinggal sepertiga yg terakhir, Dia berkata, "Mana hamba-Ku yang berdoa, untuk Aku kabulkan (doanya)? mana hamba-Ku yang meminta kepada-Ku, untuk Aku penuhi (permintaannya)? Mana hamba-Ku yang beristighfar, untuk Aku ampuni (dosanya)?" HR. Bukhari dan Muslim.



Ya Allah betapa banyak Kasih Sayang-Mu, Alangkah Mulianya Engkau, Betapa Agungnya diri-Mu. Alangkah dekatnya Engkau. Demikian ini terjadi setiap malam, Subhanallah.



Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Rasulullah bersabda :

"Saat yg paling dekat antara Allah dan hamba-Nya adalah di saat sujud,maka perbanyaklah doa pada waktu itu" HR. Muslim



b. Sumber Cahaya di Hari Kiamat



Shalat Subuh merupakan sumber dari segala sumber cahaya di hari kiamat. Di hari itu, semua sumber cahaya di dunia, akan padam. mata hari akan di gulung dan bintang2 pun berjatuhan, sebagaimana firman Allah :

"Apabila matahari di gulung, dan apa bila bintang2 berjatuhan." At-Takwir : 1-2



Manusia dibangkitakan dalam keadaan gelap gulita, gelap yang berlipat ganda, saat itu manusia sangat membutuhkan cahaya supaya bisa meraba jalannya, agar bisa melewati kumpulan orang2 yg begitu banyak jumlahnya, tatkala melewati Sirath (jembatan di akhirat) cahaya sangat dibutuhkan, tidak akan ada yang bisa melewati kecuali orang orang yang dikehendaki-Nya.

Diriwayatkan dari Buraidah al-aslami ra. Rasulullah saw bersabda :

"Berikanlah kabar gembira kepada orang2 yang banyak berjalan dalam kegelapan menuju masjid dgn cahaya yg sangat terang pada hari kiamat" HR. Abu Dawud -Tirmidzi- Ibnu majah.



Allah SWT. akan memberi cahaya yang sangat terang pada hari kiamat nantinya kepada mereka yang menjaga SHALAT SUBUH BERJAMAAH, Artinya Dia tidak akan mencabut cahaya tsb. dimana saja, dan tidak mengambilnya ketika melewati Sirath Al Mustaqim, Dia akan tetap bersama mereka sampai mereka masuk surga, Insya Allah.



Cahaya ini tidak hanya menyinari alam kubur dan akhirat saja, tapi juga memberikan cahaya di dunia. Kadangkala manusia terlilit permasalahan dunia, hingga tak mampu membedakan antara yang hak dan yang batil, apalagi di zaman yang penuh dgn cobaan seperti sekarang ini.



Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Rasulullah bersabda :

"Segeralah beramal shalih untuk menghadapi fitnah yang menyerupai gelapnya malam”

HR. Muslim.



c. Surga yang Dijanjikan



Diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy'ari ra Rasulullah bersabda :

"Barang siapa yang shalat dua waktu yang dingin maka akan masuk surga" HR Bukhari



Dua waktu yang dingin itu adalah shalat Subuh dan Ashar.



inilah janji Allah swt yang diwahyukan kepada Rasulullah saw akan masuk surga, mereka yang mejaga dua shalat Subuh dan Ashar . Inilah puncak keinginan orang2 mukmin, Inilah kesuksesan hakiki dan kemenangan yang besar. Allah swt berfirman :

"Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu" QS Ali Imran : 185



2. MELIHAT ALLAH SWT.



Inilah keistimewaan tertinggi diantara keistimewaan2 sebelumnya dan ini sangat mencengangkan manusia. Apakah disana ada sesuatu yang lebih tinggi daripada surga? Rasulullah saw telah mengabarkan kepada kita dgn jawabannya Ya !! disana ada yg lebih tinggi dari sekadar surga, yaitu Melihat Allah swt di surga. Pemberian yg sangat besar, hadiah yang begitu Agung, dan pahala yang berlipat ganda bersama pahala yang lain. Siapakah yang mendapat kesempatan agung ini?

Merekalah orang2 yang menjaga dua shalat, Subuh dan Ashar.



Diriwayatkan dari Jarir bin Abdullah ra. berikut ini , ia berkata :

"Kami sedang duduk bersama Rasulullah saw. ketika melihat bulan purnama, Beliau berkata "sungguh, kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan yang tidak terhalang dalam melihatnya" HR. Bukhari dan Muslim

Kemudian beliau berkata : "Apabila kalian mampu, jangan kalian menyerah dalam melakukan shalat sebelum terbit matahari dan shalat sebelum terbenam matahari, maka lakukanlah’ HR. Bukhari dan Muslim.



Subhanallah ! Kebaikan ini terdapat dalam shalat Subuh.

Allah swt Berfirman :

"Dan barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun" QS. An-Nur : 40



3. SIKSA PEDIH BAGI YANG MENINGGALKAN-NYA.



Meninggalkan shalat merupakan dosa yang besar dan musibah yang tiada tara, shalat menjadi amalan manusia pertama yang dihisab pada hari kiamat, jika shalatnya baik, maka baik pula seluruh amalannya, dan kalau jelek, maka jeleklah seluruh amalannya.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Rasulullah bersabda :



"sesungguhnya amal manusia yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah shlatnya" Beliau bersabda : "Allah berkata kepada para malaikat-Nya dan Dia Maha Tahu, Lihatlah amal shalat hamba-Ku, dia melengkapinya atau menguranginya, kalau dia sempurna maka tulislah sempurna, Kalau sedikit saja yang dikurangi, Allah berkata, Lihatlah apakah hamba-Ku melakukan shalat sunnah maka Allah berkata, Sempurnakanlah shalat wajib hamba-Ku dgn shalat sunnahnya, lalu hitunglah amalnya sesuai dgn shalatnya"

HR. At-Tirmidzi, Abu Dawud, An-Nasa'i, Ibnu Majah, Ad-Darimi, dan Ahmad.



Samurah bin jundab ra meriwayatkan bahwasanya Rasulullah saw bermimpi, dalam mimpi ini diperlihatkan adzab orang orang yang berdosa dari orang orang muslim, Rasulullah saw bersabda :



”Sesungguhnya telah datang kepadaku tadi malam dua tamu (jibril dan mikail) keduanya diutus kepadaku dan berkata ”berangkatlah” lalu saya pergi bersama mereka, kami mendatangi orang yang sedang tidur dan yang lainnya berdiri tegak di atasnya dengan membawa batu, lalu tiba-tiba melepaskan batunya tepat pada kepalanya hingga hancur luluh kepalanya, batu itu telah meleburkannya. Kemudian dia mengambilnya kembali dan dia tidak mengulanginya hingga kepalanya pulih kembali, sebagaimana semula. Kemudian dia akan kembali, lalu dia akan melakukan sebagaimana yang telah dia lakukan pada pertama kalinya. Rasulullah berkata ” saya berkata kepada keduanya” Subhanallah ! apa ini ? “ mereka berdua berkata “Lanjutkan perjalanan, lanjutkan perjalanan “ HR Bukhari

Kemudian kedua Malaikat tadi mulai menjelaskan padanya peristiwa yang beliau saksikan tadi :

”Orang pertama yang telah anda datangi tadi, yang memecahkan kepalanya dengan batu, ia adalah orang yang membawa Al-Qur’an namun mencampakannya dengan begitu saja, dan tidur pada saat shalat wajib” HR Bukhari





4. SHALAT SUNNAH YANG LEBIH MULIA DARIPADA DUNIA SEISINYA



Shalat Fajar à yaitu shalat sunnah sebelum Subuh à merupakan shalat sunnah yang paling banyak pahalanya dibandingkan shalat sunnah lainnya.

Sabda Rasulullah saw diriwayatkan dari Aisyah :



”Dua rakaat fajar (shalat sunnah sebelum subuh) lebih baik dari dunia dan seisinya” HR Muslim



Dunia !!.. segala isinya mulai dari bentuk harta benda, harta simpanan, kedudukan, usaha, segala yang menggiurkan dan menyenangkan, tidak akan sampai nilainya sebesar shalat sunnah fajar dua rakaat.

Diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah beliau berkata :



”Tidak ada shalat sunnah yang lebih diperhatikan Rasulullah saw, selain shalat sunnah sebelum subuh”. HR. Bukahri



Dari Abu Hurairah ra :

”Bahwa Rasulullah saw membaca surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua” HR. Bukhari dan Muslim



Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah bersabda :

”Janganlah meninggalkan shalat sunnah Subuh walaupun kalian dikejar pasukan musuh”

HR Abu Dawud dan Ahmad.



Wahai pencari sedikit potongan Dunia bagaiamana anda terlena dari sesuatu yang lebih baik dari dunia dan seisinya ?????







5. PERLAKUAN KHUSUS TERHADAP SHALAT SUBUH



a. Shalat subuh merupakan salah satu shalat yang pertama kali diwajibkan atas kaum muslimin, disamping shalat Ashar.

b. Adzan shalat subuh berbeda dengan adzan pada shalat yang lain.

c. Rasulullah SAW memberikan Doa khusus setelah shalat subuh.



Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, Allahu Akbar 33 kali,

La Ilaha illallah wahdahula syarika lahu Lahul mulku walahulhamdu yuhyi wa yumitu wahua ’ala kuli syain qadir 10 kali à akan ditulis baginya 10 kebaikan àdihapus 10 kesalahan àdiangkat baginya 10 derajat àsatuhari penuh ia terlindungi dari sesuatu yang tidak disukaiàterlindung dari setanàtidak ada yang akan mencelakainya, kecuali syirik. HR At-Tirmidzi



Diriwayatkan Muslim bi Al-Harits ra : bahwa Rasulullah SAW bebicara mengatakan padanya :

”Jika kami shalat subuh, sebelum kamu berbicara, bacalah : Allahumma ajirni minnari 7 kali = Ya Allah, lindungilah aku dari api neraka, Maka jika kamu mati hari itu Allah akan melindungimu dari api neraka” HR Abu Dawud dan Imam An-nasa’i



d. Rasulullah SAW. selalu menyuruh kaum muslimin untuk memendekan bacaan waktu shalat, kecuali pada shalat subuh.

Diriwayatkan dari Abu Barzah Al-Aslami ra bahwa :

“Rasulullah SAW, pada shalat subuh membaca 60 sampai 100 ayat, dan Beliau pergi meninggalkan kami ketika kami sudah mengenali wajah sesama kami (sebentar lagi matahari terbit)” HR Muslim



“......dan (dirikanlah pula shalat) subuh, sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat) QS Al-Isra’: 78



e. Bacaan khusus Rasulullah SAW di hari jum’at pada waktu subuh.

Dari Abu Hurairah ra :

“Bahwasanya pada rakaat pertama, Rasulullah SAW membaca surat As-Sajdah dan surat Al-Insan pada rakaat ke dua” HR Bukhari



f. Shalat Subuh tidak bisa di Qashar dan di Jama’.

Shalat dzuhur dengan Ashar dapat di Qashar & Jama, Magrib dengan Isya dapat di Jama’ namun Magrib tidak bis di Qashar.



6. WAKTU YANG MENJADI SAKSI



Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Rasulullah SAW bersabda :

”Shalat berjamaah lebih utama dari shalat salah seorang kamu yang sendirian, berbanding dua puluh lima lipat. Malaikat penjaga penjaga malam dan siang berkumpul pada waktu shalat subuh”



”Kemudian naiklah para Malaikat yang menyertai kamu pada malam harinya, lalu Rabb mereka bertanya kepada mereka, apada Dia lebih mengetahui keadaan mereka,’bagaimana hamba-hamba-Ku ketika kalian tinggalkan?’ mereka menjawab,’kami tinggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami jumpai mereka dalam keadaan shalat juga’” HR Al-Bukhari



7. BERADA DI BAWAH LINDUNGAN ALLAH



Diriwayatkan dari Jundab bin Sufyan ra bahwa Rasulullah bersabda :

”Barang siapa yang menunaikan shalat subuh maka ia berada dalam jaminan Allah, maka jangan coba coba membuat Allah membuktikan janji-Nya. Barang siapa membunuh orang yang menunaikan shalat subuh, Allah akan menuntutnya, sehingga ia akan membenamkan mukanya ke dalam neraka" HR Muslim, At-Tirmidzi, Ibnu Majah





8. MUARA ILMU



Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Rasulullah bersabda :

"Wahai Bilal, beritahu aku amal apa yang paling engkau andalkan yang selalu engkau kerjakan, sampai-sampai aku mendengar suara sandalmu didepanku dalam surga" Bilal menjawab " Tidak ada amalan yang paling saya harapkan untuk dapat melakukannya melainkan mendirikan shalat sebanyak mungkin setiap kali habis berwudhu, baik diwaktu siang hari atau malam, selama saya masih dalam keadaan berwudu (belum batal)" HR Bukhari.



Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah shalat subuh kemudian menghadap kebelakang sambil berkata :

”Ketika seorang laki-laki sedang mengendalikan sapi, ia memukulnya di saat menungganginya. Lalu sapinya berkata, sungguh kami diciptakan bukan untuk ini, tapi kami diciptakan untuk bercocok tanam, Lalu orang-orang berkata, maha suci Allah, seekor sapi berbicara” Lalu beliau berkata : ”Sesungguhnya aku, Abu bakar dan Umar percaya akan hal ini bahkan yang lebih aneh dari pada itupun, mereka berdua mempercayainya. Selanjutnya, pada saat seorang pengembala sedang berada di tengah-tengah kambing gembalaannya, tiba-tiba seekor srigala menyerangnya, dan melarikan salah satu kambingnya, kemudian dia mengejarnya, seaka-akan ingin menyelamatkan darinya, Srigala itu berkata padanya, Engkau ingin menyelamatkannya dariku, maka siapa yang akan melindunginya pada hari perburuan, hari yang tiada seorang pengembalapun kecuali saya?’ lalu orang-orang berkata’ Maha Suci Allah ! seekor srigala berbicara” Lalu beliau berkata : ”Sesungguhnya aku, Abu Bakar dan Umar percaya akan hal ini dan mereka berdua akan percaya sesuatu yang lebih aneh dari pada semua itu” HR. Bukhari



Diriwayatkan dari Al-Irbadh ra. Rasulullah bersabda :

”Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat, walaupun kepada seorang budak Habsyah. Sesungguhnya barang siapa di antara kalian yang hidup setelahku akan melihat perselisihan yang banyak, maka berpeganglah pada sunnahku, dan sunnah khulafa’urrasyidin yang mendapat petunjuk. Peganglah ia, dan gigit erat dengan gerahammu, dan jauhilah segala yang pembaruan (dalam ibadah) karena suatu yang baru adalah bid’ah dan semua bid’ah adalah sesat”. HR At-Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah,Ahmad



9. LATIHAN HARIAN BAGI RUHANI



Di Riwayatkan dari Anas bin Malik ra. Rasulullah bersabda :

”barang siapa mengerjakan shalat subuh dengan berjamaah kemudian duduk berdzikir kepada Allah hingga terbit matahari, kemudian shalat dia rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah yang ditunaikan dengan sempurna..dengan sempurna..dengan sempurna !” HR At-Tirmidz





Diriwayatkan dari Abdullah bin ghannam al bayadi ra. Rasulullah bersabda :

”Barang siapa yang di pagi hari mengucapkan [ Allahumma ma asbaha bi ni’matun faminka wahdaka la syarikaka falakal hamdu walaka syukru ] {Ya Allah seluruh nikmat yang ada pada diriku hanyalah dari-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu. Bagi-Mu segala puji dan ungkapan sukur} Sungguh ia telah menunaikan rasa sukurnya dalam siang harinya. Kemudian barang siapa yang mengatakan seperti itu juga pada sore, maka ia telah menunaikan rasa sukurnya pada malam harinya” HR Abu Dawud.



10. PENGHAPUS DOSA SETENGAH USIA



Rasulullah SAW menjelaskan, shalat merupakan penghapus dosa yang dilakukan antara shalat ini dan shalay sebelumnya.



Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Bahwa Rasulullah bersabda :

”Shalat lima waktu, jum’at ke jum’at dan Ramadhan ke Ramadhan adalah penghapus dosa diantara keduanya, apabila menjauhi dosa besar” HR Muslim



Masa antara shalat isya’ dan shalat subuh adalah waktu terlama dibanding antara shalat-shalat yang lain, yaitu malam secara keseluruhan. Dengan demikian shalat subuh menjadi penghapus dosa setengah hari, dan shalat lainnya menjadi penghapus dosa separuhnya. Itu berarti shalat subuh menjadi penghapus setengah umur bagi yang mengerjakannya.









11. BERKAH DI TIAP LANGKAH.



Rasulullah SAW menarik perhatian para sahabat dan perhatian kita semua, dengan pernyataannya bahwa keberkahan itu ada di waktu pagi. Jam-jam pertama di pagi hari (setelah shalat subuh) merupakan waktu yang paling barokah dalam satu hari penuh. Tak ada seorangpun yang bisa memanfaatkannya kecuali orang-orang yang bangun di pagi buta, dan shalat subuh. Kemudian ia mulai harinya dengan menggunakan waktu sejak awal.



Diriwayatkan dari Shakhr al Ghamidi ra. Rasulullah bersabda :

”Ya Allah berkatilah umatku di waktu pagi” HR At-Tirmidzi, Abu Dawud, Ahmad, dan Ibnu Majah.



Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Rasulullah bersabda :

”Setan melilit leher seorang diantara kalian dengan tiga lilitan ketika ia tidur. Dengan setiap lilitan setan membisikan ’nikmatilah malam yang panjang ini’. Apabila ia bangun lalu mengingat Allah, maka terlepaslah lilitan itu, Apabila ia berwudhu, lepaslah lilitan yang kedua, Kemudian apabila ia sholat, lepaslah lilitan yang ketiga, sehingga ia menjadi bersemangat. Tetapi kalau tidak, ia akan terbawa lamban dan malas”

HR Bukhari dan Muslim



Ya Allah biha Ya Allah biha ya Allah bi Husnul Khatimah.



Wassalam.



Jumat, 07 November 2008

Banyak Personilnya Yang Bunuh Diri, Militer AS Minta Bantuan Pihak Luar

10/30/2008 02:11:00 PM by Cakra
Angkatan darat AS, pada Rabu (29/10) mengumumkan rencana kerjasama dengan Lembaga Kesehatan Mental untuk mengidentifikasi penyebab dan faktor resiko bunuh diri yang terus meningkat dikalangan tentara AS dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam keterangannya, Angkatan Darat AS akan mensurvey ribuan tentara untuk dijadikan objek penelitian. Mereka akan diwawancarai untuk memberikan akses data base, termasuk para medis, personil dan sejarah. Objek penelitian nantinya akan meliputi para prajurit yang telah bergabung dalam pelatihan perang dan mereka yang telah kembali dari medan peperangan. Kerjasama identifikasi itu diperlukan guna mengungkap penyebab terus meningkatnya jumlah tentara AS yang melakukan bunuh diri.

Data yang dikeluarkan oleh militer AS, menyebutkan, bunuh diri di kalangan tentara dalam Angkatan Darat terus meningkat sejak invasi Irak tahun 2003. Pada tahun 2007, 115 tentara dilaporkan tewas bunuh diri atau mencapai tingkat 18,1 per 100.000 orang, atau 1 persen lebih rendah dari tingkat bunuh dikalangan penduduk sipil.

Dari 115 tentara, 36 tentara tewas bunuh diri ketika bertugas di luar negeri, 50 tentara telah ditugaskan di beberapa daerah dan dipulangkan, dan 29 belum pernah ditugaskan. Hanya sebagian kecil yang sebelum diagnosa tekanan post trauma kekacauan.

Angka bunuh diri dikalangan militer AS pada tahun 2008 ini diperkirakan akan melebihi jumlahnya pada tahun lalu. Hingga Agustus 2008, sudah terjadi 62 kasus yang telah dikonfirmasi ke Angkatan Darat AS. Sementara,masih ada sekitar 31 kematian lagi yang masih diinvestigasi apakah tewas karena bunuh diri atau tidak.

Menurut Dr S. Ward Cassells, Asisten Sekretaris Pertahanan untuk urusan kesehatan, diantara penyebab utama yang memicu bunuh diri antara lain, masalah perkawinan atau hubungan, pekerjaan miskin kinerja, perasaan kegagalan di medan perang dan alkohol atau penyalahgunaan narkoba.

Sumber: Suara Islam

Rabu, 10 September 2008

Selamat Berpuasa

Selamat Menuanaikan Ibadah Puasa 1429 H

Dengan Segenap Hati saya mengucapkan Marhaban Ya ramadhan, Selamat Berpuasa Moga Ibadah Kita diterima Allah swt. amin