Tampilkan postingan dengan label Linux. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Linux. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Oktober 2011

Sejarah Linux

  
Pada mulanya Linux adalah nama kernel atau jantung sistem operasi komputer yang dibuat pertama kali oleh Linus Torvalds pada 1991. Linus mengizinkan siapa saja untuk menggunakan, mempelajari cara kerjanya, dan mendistribusikan Linux, dengan lisensi GNU GPL (General Public License) atau lebih terkenal dengan istilah Free Software.
Saat ini, nama Linux tidak hanya digunakan untuk menyebut kernel, namun juga sistem operasi yang lengkap. Bahkan Linux juga digunakan untuk menyebut distribusi (gabungan sistem operasi dan berbagai aplikasi) atau distro Linux. Contoh distro Linux urut abjad: BlankOn, CentOS, Debian, Fedora, Gentoo, Mandriva, Mint, Nusantara, openSUSE, RedHat, Slackware, Ubuntu, Xandros, dan lain-lain.
Richard Stallman, pendiri Yayasan Free Software, mengusulkan penulisan sistem operasi Linux adalah GNU/Linux atau GNU-Linux, karena sistem operasi Linux berisi kernel Linux dan beberapa program dari projek GNU. Ada yang tidak setuju dengan Stallman, karena ada program pada sistem operasi Linux yang bukan dari projek GNU.
Open Source adalah istilah untuk software yang source code-nya (kode programnya) disediakan oleh pengembangnya untuk umum (terbuka) agar dapat dipelajari cara kerjanya, diubah atau dikembangkan lebih lanjut, dan disebarluaskan. Jika pembuat program melarang orang lain untuk mengubah dan atau menyebarluaskan program buatannya, maka program itu bukan Open Source, meskipun tersedia kode programnya.
Open Source merupakan salah satu syarat free software. Free Software pasti Open Source Software, namun Open Source Software belum tentu Free Software. Contoh Free Software adalah Linux. Contoh Open Source Software adalah FreeBSD. Linux yang berlisensi Free Software tidak dapat diubah menjadi berlisensi tidak Free Software, sedangkan FreeBSD yang berlisensi Open Source Software BSD-like dapat diubah menjadi tidak Open Source. FreeBSD (Open Source) merupakan salah satu dasar untuk membuat Mac OSX (tidak Open Source). www.opensource.org/licenses memuat jenis-jenis lisensi Open Source.
 

Tentang Linux

 
Tahukah anda, bahwa Linux itu adalah mahluk yang dapat hidup di dua alam? yang pertama adalah alam "Text" dan yang kedua adalah alam "Grafik/GUI".
Linux zaman sekarang telah banyak "ber-evolusi", keberadaannya sekarang telah membuktikan bahwa Linux adalah mahluk yang paling dapat beradaptasi. Pada zaman dahulu kala, Linux itu adalah mahluk yang hanya hidup di alam text saja, dan hanya orang tertentu saja yang dapat memelihara Linux, mereka adalah kaum Wizard dan para Hacker. Yang hanya bermodalkan gcc, bash, emacs, dan tool-tool lain dari GNU, Linux pun lahir kedunia yang fana ini, sangat liar dan hanya dapat dikuasai oleh orang-orang tertentu saja.
Tapi sekarang, KDE pun muncul dalam Linux, juga Gnome, BlackBox, Enlightenment, IceWM, XFCE, WindowMaker dan lingkungan desktop yang lain yang memiliki keindahan dan kemudahan tersendiri bagi pemakainya yang masih dikatakan awam.
Namun tak bisa dipungkiri lagi, kekuatan Linux masih berada dialam text atau konsole atau tty atau terminal, dimana setiap penggunanya selalu mengetikan mantra-mantranya lewat kombinasi perintah-perintah dan script-script atau berupa kode-kode yang menjadikan Linux bisa melakukan banyak hal hanya dalam satu eksekusi.
Bagi pengguna yang baru mengenal Linux, masih bisa dimaklumi bahwa penggunaan grafik dalam Linux adalah hal yang menyenangkan selain penggunaannya yang mudah juga sangat flexsibel, semuanya bisa diatur sesuai dengan selera pengguna. Setiap pengembang-pengembang Linux berupaya memperkenalkan kepada pengguna yang masih berada dalam candu Microsoft untuk bisa mengenal Linux lebih jauh lagi dengan menunjukan bahwa Linux itu mudah, tinggal klik sini klik sana maka semua selesai, tidak berbeda jauh dengan kebiasaan mereka ketika mereka masih hidup di alam Microsoft yang indah dan serba mudah, namun dalam kesehariannya mereka tak pernah lepas dari berbagai masalah.
Linux itu sangat powerfull. Bagi pengguna expert atau Linux Wizard atau para Hacker Linux, mode text selalu menjadi pilihan utama mereka dalam melakukan pekerjaan sehari-hari. Mereka menyusun mantra-mantra ajaib dalam terminal mereka, mereka hanya melakukan satu kali eksekusi untuk menyelesaikan beberapa masalah yang mereka hadapi. Perintah-perintah Linux yang mereka susun bukanlah perintah sembarangan, beberapa kali ketik sekali enter, maka komputer sasaran pun akan "meledak". Keunggulan Linux yang berupa kombinasi perintah-perintah tersebut, telah dimanfaatkan oleh para hacker-hacker legendaris dunia semenjak dahulu kala jauh sebelum Linux itu lahir, yaitu sejak jamannya UNIX-Time sharing, nenek moyangnya Linux di tahun 70-an dan tahun 80-an.
Kita sekarangpun bisa bergaya seperti mereka, berpura-pura jadi expert atau menjadi sang ahli dengan membiasakan diri berada di alam kegelapan, yaitu dengan meninggalkan mode grafik dan mulai menggunakan mode text yang indah, tekan "ctrl+alt+F1" maka kita akan berada pada zaman tahun 70-an, dimana semua legendaris komputer dunia mengalami masa-masa kejayaannya dengan menjadi raja dialam jaringan dunia maya.
Grafik/GUI dalam Linux pun tidak menjadi masalah, selagi kita selalu menggunakan xterm (terminal) atau konsole (KDE) atau rxvt atau apapun itu namanya guna membiasakan diri tetap hidup dialam text. Biar terlihat keren, gunakan Blackbox atau Fluxbox atau WindowMaker atau Enlightenment, jangan gunakan KDE atau Gnome. Biar terlihat indah, gunakan "wterm -tr -sh -fg white -bg red -sl 1500 -fn lucida10" sebagai terminal mainan anda, dalam WindowMaker atau pun Blackbox. Biasakan diri menggunakan "vi" atau Emacs sebagai editor anda sehari-hari, jangan menggunakan "Edit+", itu tidak cool. Hafalkan perintah-perintah Linux, system call juga bahasa pemrograman yang sangat powerfull seperti C, Perl, Shell Scripting, Java, Python dan lain-lain. Berlatihlah menggunakan Stream Editor seperti sed atau ed atau awk, dengan stream editor kita dapat mengedit file tanpa harus membuka file tersebut. perhatikan perintah dibawah ini:
[root@linux]#for data in `find /var -type f`; do cat $data | sed 's/192.168.1.130/\
> 192.168.1.150/g' > $data.bak ; mv $data.bak $data ; done
perintah ini akan mencari semua file-file reguler dalam folder /var, dan jika file tersebut mengandung no IP address 192.168.1.130 didalamnya maka akan dirubah menjadi 192.168.1.150. Ini digunakan untuk menghilangkan jejak dari para hacker yang telah masuk kedalam sistem komputer sasaran.
(Tidak ada yang ajaib dari perintah diatas, ini dikarenakan penulis sendiri masih muda dalam urusan pengalaman)
Begitu mudahnya melakukan banyak hal hanya dalam satu eksekusi. Perintah diatas menginstruksikan untuk mencari file-file dalam folder /var yang mungkin jumlahnya sampai ratusan atau bahkan ribuan file, dan kemudian merubah string yang ada dalam file-file yang telah ditemukan tanpa kita harus membuka file tersebut satu persatu, jika file itu jumlahnya mencapai ratusan file atau bahkan ribuan, bayangkan jika kita harus mengeditnya satu persatu hanya untuk merubah file log kita didalam sistem, dikarenakan rasa takut kita akan tertangkap basah oleh sang administrator.
Linux mempermudah semuanya. Jika kita pandai mencari sumber-sumber pengetahuan diinternet mengenai Linux, maka kita lambat laun akan menguasainya, dan menjadikan linux sebagai senjata kita dalam menghadapi persaingan di dunia teknologi informasi yang semakin memanas di tanah air kita dan di seluruh dunia, kenapa? karena kita telah menguasai tool-tool yang menjadi andalan para hacker-hacker dunia yang telah menjadi legenda selama beberapa dekade di alam digital.
Kesulitan dalam menggunakan Linux adalah awal mula proses pembelajaran kita dalam menguasai apa yang menjadi sejarah besar didunia teknologi informasi, yaitu sistem operasi GNU/Linux. Jadi jangan pernah menyerah dalam mencari tahu, karena hacker itu adalah orang yang penuh dengan rasa ingin tahu dan ingin belajar, tanpa perduli dengan apa yang akan terjadi akibat dari rasa ingin tahunya itu dan tidak perduli dengan lingkungan sekitar. Jadi tidak usah malu-malu untuk mencari tahu, justru sebaliknya, kita harus merasa bangga, karena kita sedang mempelajari apa yang sedang menjadi topik hangat didunia teknologi informasi saat ini, terutama yang berhubungan dengan keamanan, stabilitas dan juga kemampuan.
Jadi intinya adalah, kita belajar Linux adalah tidak untuk mempersulit diri sendiri, tetapi kita sedang melakukan perbaikan kita dalam mempelajari logika-logika dalam dunia komputer pada umumnya. Dengan mengenal Linux kita jadi tahu bahwa suatu program bisa berjalan karena ada kernel, kita juga bisa tahu apa yang membuat sistem operasi berjalan, kita tahu analogi-analogi pemrograman dan juga konsep-konsep dasarnya. Karena "Linux diciptakan hacker untuk hacker".(Linus Torvalds)

Jumat, 19 Juni 2009

Membuat Distro Linux Floppy Sendiri

By Rama Mamuaya < mamuaya@rampok.org >
Rampok Inc,. Information & Technology Research Center
http://www.rampok.org

Ini riset yang paling lama yang pernah saya lakukan ( hampir 6 bulan )
,namun setelah paper selesai dibuat ternyata saya harus dihadapkan pada
kenyataan bahwa harddisk saya terhapus akibat instalasi FreeBSD ( my other
research ) ,dan tinggal tersisa script bash shell pada flashdisk saya.
Pada dasarnya, script ini digunakan untuk membuat distro linux anda sendiri.
#!/bin/sh
# Script otomasi pembuatan distro linux floppy
# Oleh : Rama A Mamuaya [ mamuaya@rampok.org ]
# Homepage http://rampok.org/
# Release Date : 10 January 2005
# HowTo :
# make dir named root in active dir.
# inside root dir, create all dir needed ( etc,dev,bin,usr,…) :
# ./root/bin
# ./root/etc
# ./
$KERNEL = /usr/src/linux/arch/i386/boot/bzImage
$ROOTFS = ./rootfs.gz
$BANNER = 'Kreatebootdisk.sh by Rama A Mamuaya ( mamuaya@rampok.org )'
echo 'Creating Zero Device......'
dd if=/dev/zero of=rootfs bs=1k count=4096
echo 'Formatting device to ext2......'
mke2fs -Fm0 rootfs
echo 'Mounting device ......'
mkdir /mnt/fux
mount disk.ext2 /mnt/fux -o loop
echo 'Copying FileSystems......'
cp -r ./root/* /mnt/fux
echo 'Unmount filesystems......'
umount /mnt/fux
gzip -9 ./rootfs
echo 'Putting bootsector on Floppy'
syslinux /dev/fd0
echo 'Creating bootdisk......'
mount /dev/fd0 /mnt/floppy
cp $ROOTFS /mnt/floppy
cp $KERNEL /mnt/floppy/fuxlinux
cat >syslinux.cfg << _EOF_
# Bootdisk generated by kreatebootdisk.sh
# Bootdisk based on FUX-Linux.
# http://rampok.org/
# mamuaya@rampok.org
default fux
display fux.msg
prompt 1
label fux
kernel fuxlinux
append initrd=rootfs.gz root=/dev/fd0
_EOF_
cat >fux.msg << __EOF__
Welcome to FUX-Linux Bootdisk Linux system
FUx-Linux by Rama A Mamuaya ( mamuaya@rampok.org )
Visit http://rampok.org/
__EOF__
echo 'Unmounting Floppy device......'
umount /mnt/floppy
echo 'Its up to you now......'
echo $BANNER
exit




Sabtu, 25 April 2009

Konsep Linux dan Open Source Menapak Bisnis Open Source

Penulis: I Made Wiryana dan Fade2Blac *

detikcom - Bielefeld (Jerman), Berita kejatuhan nilai saham RedHat di Nasdaq yang sempat dimuat di detikcom tempo hari cukup membuat kaget banyak pihak. Bahkan beberapa orang melalui e-mail kepada penulis bertanya; apakah ini akhir era bisnis Linux? apakah benar bisnis model open source ini hanyalah trend musiman? bentuk lain dari dotcomers? apakah bisnis model open source hanyalah sekedar tesis tanpa bukti nyata? bagaimana nasib Linux di masa depan? Artikel ini bermaksud untuk memberikan sudut pandang yang berbeda dan mencoba melengkapi berita Nilai Saham RedHat Ambruk, Bisnis Open Source Tidak Mungkin? http://www.detik.com/net/2000/12/05/2000125-060648.shtml pada Selasa (5/12/2000).

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada berita tersebut, antara lain fluktuasi saham RedHat. Fluktuasi harga saham adalah hal yang biasa dan belum tentu menampilkan kinerja asli dari perusahaan tersebut. Seringkali bisa disebabkan oleh sentimen pasar, atau kondisi pasar global saat itu. Hal ini dibahas secara lebih komprehensif pada situs . Sedangkan polemiknya pada situs .

Saat memasuki IPO di Nasdaq, RedHat menjual sahamnya dengan harga USD 14 per lembar dan sempat melambung hingga USD 151 per lembar dan kini mencapai sekitar USD 5-6. Memang itu terjadi di satu tahun berbarengan dengan boom-nya bisnis dotcom dan bisnis high tech lainnya. Jadi perubahan harga ini juga akibat pasar secara global. Hingga bisa dikatakan faktor overvalue lebih berperan dalam hal ini. Runtuhnya beberapa saham dotcom menyebabkan juga runtuhnya kepada para pemain baru di bidang TI. Ini juga menyebabkan pada turunnya harga saham RedHat.

Sedangkan mengenai informasi penutupan kantor cabang RedHat, sebetulnya RedHat dalam minggu-minggu ini memutuskan untuk menutup 3 kantor cabangnya, di San Fransisco, Newberry (Inggris), dan Cagnes (Perancis). Kantor ini tadinya adalah milik perusahaan yang diakuisi oleh RedHat. Penutupan kantor ini sebetulnya akibat redundasi dan tidak diakibatkan oleh kondisi keuangan RedHat karena saat ini mereka masih memiliki cash sekitar USD 320 juta . Di daerah San Fransisco sendiri masih beroperasi 3 kantor RedHat. Penutupan salah satu kantor cabang adalah hal yang wajar dalam sebuah perusahaan.





Linux - apakah itu?

Onno W. Purbo

Tidak kenal maka tidak sayang, begitu kata pepatah. Pada kesempatan ini saya mencoba memperkenalkan Linux. Tampak pada gambar adalah tampilan layar dari Corel Linux yang menjalankan Kool Desktop Environment (KDE), tampak mirip dengan Windows dan cukup user friendly.

Linux pada dasarnya adalah sistem operasi seperti Windows & DOS yang beroperasi di PC. Seperti juga Windows yang mempunyai banyak versi ada Windows 3.11, 3.12, 95, 98, Millenium Edition, NT, 2000 dll, pada Linux kita juga mengenal banyak sekali distribusi Linux ada RedHat, Caldera, SuSE, Mandrake, Best Linux, Easy Linux bahkan ada distribusi Linux versi Indonesia yaitu Linux Merdeka. Memang berbeda dengan Windows / DOS yang semuanya di buat oleh satu perusahaan yaitu Microsoft, berbagai distribusi Linux ini dikembangkan oleh banyak kelompok orang / perusahaan dibelakangnya.

Perbedaan yang paling fundamental antara Windows & Linux terutama dimasalah Hak Cipta-nya. Windows adalah ilegal / melanggar hukum jika kita mengcopy / membajak CD-nya untuk diperdagangkan. Pada Linux memang perangkat lunak tersebut bebas / gratis bisa diperoleh di internet, dapat dicopy ke CD dengan bebas, semua tanpa ada konsekuensi pelanggaran terhadap hukum. Karena Linux memang menggunakan hak cipta publik yang dikenal sebagai GNU Public License (GPL). Penjelasan lebih detail tentang GPL bisa dibaca di http://www.gnu.org. Prinsip dasar dari GPL berbeda dengan hak cipta yang biasa digunakan oleh banyak orang termasuk Undang-Undang Hak Cipta yang di kembangkan di Indonesia, GPL pada dasarnya berusaha memberikan kebebasan seluas-luasnya bagi si pencipta perangkat lunak untuk mengembangkan kreasi perangkatnya dan menyebarkannya secara bebas di publik. Tentunya dalam penggunaan GPL ini kita masih diikat dengan norma, nilai dan etika – misalnya tidak etis jika kita mengambil software GPL kemudian mengemasnya menjadi sebuah software lain dan mengaku-ngaku bahwa software tersebut adalah buatan kita.
Dengan menggunakan GPL software Linux dapat digunakan secara cuma-cuma di seluruh dunia, bahkan source code (listing program) Linux terbuka dan dapat diperoleh secara cuma-cuma di Internet tanpa perlu membajak. Dengan maraknya isu pembajakan software di Indonesia oleh BSA dll, maka ada baiknya dipertimbangkan penggunaan Linux pada PC anda daripada membeli / tepatnya mencuri Windows dipasaran. Bagi sebagian besar orang di Indonesia mungkin akan terlalu mahal kalau mengambil Linux di Internet karena biaya pulsa telkom yang mahal, CD Linux banyak bisa diperoleh di toko komputer, kalau anda ke Jakarta coba mampir ke Mangga dua & Glodok bisa memperoleh CD Linux dalam banyak versi yang di jual seharga Rp. 20-30.000 / CD. Biasanya untuk instalasi minimal cukup menggunakan satu (1) buah CD saja, akan tetapi jika kita menginginkan untuk bereksperimen dan mengembangkan banyak hal dengan Linux ada baiknya membeli beberapa CD Linux yang berlain-lainan.

Untuk aplikasi jaringan & server seperti Internet sebetulnya Linux mempunyai kemampuan di atas Windows karena memang pada dasarnya Linux berkembang dari komunitas Internet. Banyak sekali aplikasi yang dapat digunakan di Linux untuk mendukung jaringan Internet baik sebagai pengguna biasa (e-mail, Web, chatting, mendengarkan lagu MP3 dll), memang pada aplikasi end user Internet Windows berusaha keras untuk menyaingi apa yang ada di Linux terutama terlihat sekali dengan Media Player versi 7 yang ada di WindowsME.

Windows cukup kalah telak di aplikasi server terutama untuk Internet, aplikasi Webserver, proxy server, firewall, mail server, Samba dll cukup kompleks dan memposisikan Linux cukup berada di muka dibandingkan Windows. Pada aplikasi server umumnya X-Windows tidak lagi digunakan di Linux, oleh karena itu Linux biasanya lebih hemat resources (memory & harddisk) di bandingkan Windows.

Sialnya Linux cukup kalah telak dari Windows untuk aplikasi Office-nya, saya harus mengakui bahwa Microsoft Office termasuk tool yang sangat enak untuk bekerja di PC untuk menyiapkan presentasi, tulisan, laporan, agenda dll. Memang komunitas Linux berusaha keras untuk mengejar ketinggalannya dengan mengembangkan StarOffice yang dimotori oleh Sun Microsystems agar dapat digunakan secara cuma-cuma di atas Linux.




Salah satu kelebihan utama Linux adalah dukungan dari komunitas Linux yang tersebar dalam berbagai mailing list / tempat diskusi melalui e-mail di Internet. Melalui mailing list tersebut seseorang yang mengalami kesulitan dalam menggunakan Linux akan dapat dengan mudah memperoleh bantuan dari orang yang lain. Prinsip gotong royong terasa sangat kuat di komunitas penguna Linux. Tempat mangkal para pengguna Linux di Indonesia terletak di http://www.linux.or.id, tentunya masih ada tempat mangkal lainnya adapun tempat diskusi mereka cukup banyak dan dapat di subscribe menggunakan e-mail seperti di linux-setup@linux.or.id (tempat nongkrong newbie, membahas instalasi dsb.), linux-admin@linux.or.id (administrasi sistem, network, users, groups), linux-aktivis@linux.or.id (diskusi mengenai keorganisasian Linux Indonesia dan pemasyarakatan Linux) & kursus-linux@egroups.com (tempat kursus Linux virtual di Internet).